Saturday, February 8, 2014

Harga Sparepart Suzuki Forsa SA410

Harga dibawah ini merupakan harga dari sebagian spare part suzuki forsa untuk bisa dijadikan patokan, harga yang tertulis bisa lebih atau kurang tergantung penjualnya.
     

    Thermostat : Rp.115.000,-
    Switch Fan Radiator Rp. 155.000,-
    Carbon Brush Fan Radiator  Rp. 3.500,-
    CDI Contact Point (Nippon Part) Rp.84.000,-
    Platina Denso Rp.27.500,-
    Tie Rod Suzuki Forsa SA410 @Rp.42.500,-
    Inner CV Joint (LKS) @Rp.156.000,-
    Karet Support Shockbeker 1set Ki-Ka @Rp.60.000,-  = Rp.120.000,-
    Karet Stabilizer (Batang Balljoint ke body) 1set,4bh Rp.40.000,-
    Stoper Shockbeker Depan @Rp.10.000,-
    Bearing Roda Depan (Koyo 60072RSGA2) @Rp.33.000,-
    Bearing Roda Belakang Dalam (NTN 6205LLU/2ASU1) @Rp.23.000,-
    Bearing Roda Belakang Luar (Koyo 62042RSCM) @Rp.20.000,-
    1Set Kabel Busi (Seiwa, Japan) Rp.80.000,-
    Repair Kit Booster Rem (code SKB-007 (Forsa-GLXNEW), www.birkens.com. Rp.95.000,-
    Packing Delco Tutup Hitam-merah Rp.5.000,-
    Balljoint @Rp.150.000,-
    Water Outlet Radiator SA410 Rp.35.000,-
    Boot Rack Steer Rp.25,000,-
    Bushing Rood Engine Rp.75.000,-
    Fuel Filter Rp.25.000,-
    Boot Kokel Rp.25.000,-
    Kabel Speedo Rp.165.000,-
    Engine mounting Rp.115.000,-
    Mounting Transmisi Rp.115.000,-
    Motor Lock K2 Rp.35.000,-
    Master Rem Assy Rp.695.000,-
    Brake Shoe Rp.75.000,-
    Brake pad Rp.75.000,-
    Rod Engine Rp.115.000,-
    Seal Caliper in Rp.75.000,-
    Seal cup set 5/8 lubang Rp.8.000,-
    Seal Master rem Rp.50.000,-
    Shock Breaker fr Rp.495.000,-
    Timing Belt Rp.215.000,-
    Tensioner Rp.95.000,-
    Kokel Rp.355.000,-
    Shock Breaker fr 495,000
,-

Karet Support Strut Mount Shockbreaker Suzuki Forsa

Penggemar Mobil Suzuki sering mengalami permasalahan pada seputaran kaki-kaki mobil yang dirasa kurang nyaman ketika handling berkendaraan menggunakan mobil kesayangannya. Seputaran kaki ini meliputi kenyamanan handling setir, guncangan-guncangan, limbung, setir banting ke kiri atau ke kanan dan banyak lagi. Permasalahan yang sering ditemukan adalah permasalahan limbung ketika pada kecepatan 60km/jam keatas dan setir goyang seperti tidak stabil. Seringkali ketika kita keluhkan permasalahan tersebut ke bengkel atau ke montir pribadi, mereka akan memvonis bahwa terjadi kerusakan pada kaki-kaki yaitu shockbreker depan yang sudah waktunya diganti atau balljoint, tierod, rack end. Tetapi ketika semua hal tersebut diganti, ternyata permasalahan tersebut tidak terpecahkan dan mobil masih tidak nyaman, So' apakah terjadi kesalahan analisa sehingga permasalahan tersebut belum terpecahkan?.

Sebelum dilakukan penggantian, ada perlunya kita sebagai "user" minimal dapat mengetahui sedikit tentang kinerja kendaraan mobil yang kita kendarai setiap harinya ini. Minimal yang perlu diketahui adalah sistim kerja seputar kaki-kaki mobil, perawatan engine meliputi cara kerja pengapian dan perawtan body mobil sehingga kita bisa menganalisa sendiri sebelum pergi ke bengkel untuk pergantian part yang sudah aus karena usia ataupun rusak karena pemakaian.






Suhu Mesin Cepat Panas Jika Pake AC Ketika Macet

Suzuki Forsa alias SA410 memiliki mesin 1000cc  mesin yang terkenal bandel cukup bertenaga dan ringan.

Bila pada suzuki Forsa terjadi permasalahan mesin panas ketika macet terutama apabila AC dinyalakan...alhasil saat macet mesin panas, ac juga menjadi tidak dingin.

Bagaimana solusinya? mari kita lihat satu persatu permasalahannya.

Dari AC-nya sendiri :

Apakah kompresor yang digunakan sesuai dengan spesifikasi standard mesin anda? Standard mesin SA410 (F10A) menggunakan kompresor denso 10, apabila kompresor anda tidak sesuai dengan spesifikasi (lebih besar dari denso 10) maka sebaiknya anda mengembalikan kompresor ke kondisi standard kembali atau yang lebih enteng.
Apakah bearing kompresor baik tidak macet? cek keadaan pulley jangan sampai berat sebelum bekerja.

Dari sistem pendinginan mesin :

Ketika mesin di berikan beban semisalnya AC maka selain terbeban oleh kompresi ac itu, mesin juga terbeban oleh dinamo ampere yang bekerja lebih berat karena dibutuhkan supply arus yang cukup besar untuk mengaktifkan kompresor AC.

Ketika beban-beban ini membebani mesin, maka mesin membutuhkan energi lebih dari biasanya, karena itu akan menghasilkan panas sisa berlebih juga. Apabila sistem pendingin kurang baik maka dapat mengakbatkan overheat.

Sistem pendingin kurang baik artinya : radiator kotor, selang-selang lembek, lubang-lubang air didalam blok mesin kotor.

Apabila semua kondisi diatas sudah dipenuhi, namun saat macet ac terasa tidak dingin dan mesin menjadi cepat panas maka hanya satu masalah yang tersisa :

Electric Fan pendinginan mesin tidak mumpuni/sudah lemah. Yaitu ketika kendaraan macet, rpm Electric Fan kurang tinggi putarannya, sehingga udara pendingin bagi radiator kurang memadai. Sedangkan pada saat mobil melaju, radiator sudah cukup dapat aliran angin dari sisi luar saat mobil melaju.

Solusinya : mengganti sistem electricfan dengan rpm yang lebih tinggi. Sehingga electricfan pada radiator itu dapat bekerja maksimal mendinginkan mesin. Maka saat kendaraan macet, kipas dapat tetap mendinginkan dan tidak sempat sampai temperatur mesin meningkat bahkan overheat.

Saturday, February 1, 2014

Tempat Penjualan Spare Part/Service SUZUKI FORSA

1. ESA MOTOR
    Jalan Banceuy No. 43, BANDUNG
    Telp: (022) 4231498
2. NIAGA JAYA
    Jl. Pungkur No. 156, Bandung
    Telp: (022) 520 - 0526        
3. Service Dynamo "MASNUR"
    Jl. Gudang Utara N0.29, Bandung
    Telp (022) 7231285/0811228164   
4. Service Pintu Mobil, Central Lock Mobil, Power Window. "Unyil Pintu"
    Jl. Kiaracondong Bandung (dekat pom bensin kiaracondong/Gg.Soma/dkt bank mandiri
    kiaracondong). Telp: (022) 6955 3496   
5. Service AC "JAYAWIJAYA 24"
    Jl. Karawitan No.24 Bandung.
    Telp (022) 70969596, 73968552, 92682041, 081322893738  

Thursday, May 30, 2013

Kelebihan Dan Kelemahan Suzuki Forsa

KELEBIHANNYA:
- Suzuki Forsa harga jualnya stabil.
- Irit bahan bakarnya.
- Spare part mudah didapat, memakai mesin F10A, sama dengan suzuki carry 1000, dan 
   suzuki Jimny/katana/karimun kotak.
- Mesin sangat bandel.
- Ruang Kabin penumpang lebih luas dibanding, kompetitor yang sejenis (Daihatsu Charade, 
   Toyota Starlet).
- Sudah memakai power window (Tipe GLX), central lock dan elektrik mirror (Tipe 
   GL&GLX).
- Akselerasi cukup cepat dan Top Speed masih bisa mencapai 120-135 km bila kondisi mesin
   masih Ok. 


KELEMAHANNYA:
- Kalau pakai AC mesin agak berat, jadi kurang enak buat lari (Maklum cuma 1000.cc). 
   pastikan AC yang terpasang masih standar atau kalau sudah diganti pastikan kompresor  
   AC nya yang bagus dan sesuai. 
- Karena termasuk mobil klasik, pada saat baru beli pastikan juga kabel-kabel diseting ulang 
   biar lampu-lampu dan alat-alat elektronika lainnya berjalan normal, karena biasanya 
   kabel-kabel sudah penuh jumper dan tidak standar lagi.
- Dinamo Ampere/Jalan/Alternator bawaan Kapasitasnya kecil 35A jadi bagusnya harus 
   diupgrade ke 70A-90A. 
- Bila Saat Macet lama dan memakai AC, Mesin akan panas, solusinya: harus ganti 
   Fan radiator yang lebih cepat putarannya/Rpmnya. bisa pake punya karimun kotak
   /toyota avanza/daihatsu xenia. 
- Ruang Bagasi kecil.
- Belum memakai Power Steering, Agak berat hanya pada saat parkir, tapi kalau pada saat
   sudah jalan setirnya ringan. 


Tuesday, May 28, 2013

Tentang Ban Dan Velg Suzuki Forsa


OFFSET/ET VELG
offset_copy_copy

Offset/ET adalah ukuran ketebalan bagian belakang velg yang langsung menempel kepada tromol pada roda mobil. Disamping ialah gambar penampang melintang dari sebuah velg. Semakin besar offset/ET maka bila dipasangkan velg akan semakin kedalam fender mobil.
Contohnya velg dengan offset 45 apabila dipasangkan pada mobil posisinya akan lebih masuk daripada velg dengan offset 25.
Tetapi ada beberapa faktor yang harus
diperhatikan, apabila velg dengan offset terlalu besar maka ada kemungkinan velg akan mentok dengan bagian dalam komponen mobil seperti spakbor dalam, batang shockbreaker, mangkok per atau yang lainnya dan juga sebaliknya apabila velg dengan offset terlalu kecil maka ada resiko velg akan menyentuh fender mobil.
Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum membeli velg tertentu yang akan dipakai pada mobil anda.
OFFSET/ET VELG UNTUK SUZUKI FORSA 
Offset/ET untuk Suzuki Forsa adalah sbb: 
LEBAR : 6" (inch)
OFFSET : +38 sampe +45
pcd.jpg
PCD VELG
PCD adalah singkatan dari Pitch Circle Diameter dimana mempunyai arti jarak lubang baut pada velg.
Lingkaran biru melambangkan baut roda pada mobil anda.
Terlihat bahwa ada 4 buah baut yang berada dalam lingkaran dengan diameter 100mm (R50mm). Konfigurasi seperti ini dinamakan PCD 100 dengan 4 buah lubang baut roda.
Untuk mengetahui sendiri PCD roda mobil anda, ukurlah dengan penggaris diameter lingkaran baut rodanya dengan penggaris.
 


List PCD untuk beberapa mobil tercantum sbb:
PCD 100 H 4  (Hole/Lubang baut roda):

- MITSUBISHI Lancer Evo
- SUZUKI Baleno,Swift
- BMW M10/M40
- TOYOTA Starlet,Corolla,Yaris,Soluna,Vios..
- HONDA Civic,Genio,Estillo..
PCD 114 H 4  (Hole/Lubang baut roda):
- SUZUKI Forsa,Amenity,Carry,Esteem.
- TOYOTA Kijang,Avanza,Corolla DX
- ISUZU Panther
- HONDA Maestro
- MITSUBISHI Lancer DanGan, SL ,Eterna.
LEISURE VELG AFTER THE CHANGE IS GREATER
Banyak orang bertanya bagaimana perubahan kenyamanan dalam berkendaraan setelah mengganti ukuran velg standar dengan ukuran velg yang lebih besar.Manfaat dari melakukan perubahan ukuran velg dan ban adalah :
1.Respon yang lebih baik ketika berubah arah
2.Kontak yang lebih luas dengan permukaan jalan
3.Daya cengkeram yang lebih besar
4.Pengendalian dan control yang lebih baik
5.Penampilan yang lebih keren dan lebih modern.
Dan mengenai kenyamanan, gambarannya seperti contoh di bawah ini.
Honda New City, dibekali velg 15 inch dengan ban 195/55/15 pada saat baru keluar dari pabrik. Apabila ingin mengganti dengan velg lebih besar, maka terjadi juga perubahan pada ukuran ban.
Velg 15" dengan ban 195/55/15, index ketebalan ban ukuran ini adalah : 195 x 55% = 107,5, kita memakai ini sebagai patokan kenyamanan 100%.
Velg 16" dengan ban 195/50/16, index ketebalan ban ukuran ini adalah : 195 x 50% = 97,5, kenyamanan menjadi 90,90% dari velg ukuran standar.
Velg 17" dengan ban 205/45/17,index ketebalan ban ukuran ini adalah : 205 x 45% = 92,25, kenyamanan menjadi 86,01% dari velg ukuran standar.
Velg 18" dengan ban 215/35/18,index ketebalan ban ukuran ini adalah : 215 x 35% = 75,25, kenyamanan menjadi 70,16% dari velg ukuran standar. Dari perbandingan angka ketebalan index ban maka bisa diperkirakan berapa persen kenyamanan yang akan berkurang.
MEMBACA SPESIFIKASI BAN
Dinding ban Anda, yang dikenal dengan nama “sidewall”, berisikan semua informasi yang Anda butuhkan untuk mengenal ban Anda. Semua ban, Semua merek, diwajibkan menyediakan informasi ini.





Tire Type” memberitahu Anda untuk kendaraan jenis apa ban ini dibuat. 
- “P” berarti ban ini dibuat untuk kendaraan pengangkut penumpang. 
- “LT” berarti ban ini dibuatuntuk"light truck" atau kendaraan pengangkut barang yang  
     tidak terlalu besar seperti pick-up.
- “Tire Width” memberitahu Anda ukuran ban diukur dari dinding yang satu ke dinding 
     yang lain. Dalam contoh ini misalnya, lebar ban adalah 215 milimeter.
- “Aspect Ratio” adalah perbandingan antara tinggi ban dan lebarnya. Dalam contoh ini 65 
    berarti tinggi ban adalah 65% dari lebar ban.
- “Construction” memberitahu Anda bagaimana ban ini dirakit. “R” berarti “radial”, yang 
     berarti bahwa benang-benang ply di tubuh ban ini yang merupakan lapisan yang  
     membentuk badan dari ban, menutupi seluruh ban dari bead ke bead. “B” berarti bahwa 
     ban ini termasuk jenis “bias construction”, yang berarti bahwa benang-benang ply dirajut 
     secara diagonal melintasi ban dari bead ke bead, dengan arah lapisan silih berganti agar 
     saling memperkuat.
- "Wheel Diameter" adalah lebar velg dari satu ujung ke ujung yang satu lagi. Diameter 
    untuk velg ini adalah 15 inci.
- "Load Index" adalah angka yang menginformasikan beban maksimum dalam kilogram 
    yang dapat dipikul oleh sebuah ban bila tekanan udaranya tepat. Anda bisa juga 
    menemukan angka beban maksimum dalam kilogram dan pon di tempat lain di dinding 
    samping ban.
- "Speed Rating" memberitahu Anda kecepatan maksimum untuk ban. “H” berarti bahwa 
    ban tersebut dapat dipakai untuk kecepatan maksimum 210 kilometer per jam. Ingatlah 
    bahwa peringkat ini hanya dimaksudkan untuk mengindikasikan kapabilitas kecepatan 
    ban, dan sama sekali TIDAK DIANJURKAN bahwa Anda melampaui batas-batas 
    kecepatan legal yang tertera di rambu-rambu lalu lintas. Selalu perhatikan batas-batas 
    kecepatan yang diperbolehkan.
CHART PERINGKAT KECEPATAN 
Setiap produsen ban menyediakan banyak ban dalam versi kecepatan tinggi untuk mengimbangi kemampuan mobil-mobil tercepat di dunia. Secara umum dianjurkan agar setiap kali anda harus mengganti ban untuk kecepatan tinggi anda menggunakan ban dengan kapabilitas yang sama atau lebih tinggi lagi. Bila mobil anda dilengkapi dengan ban-ban dengan sertifikasi peringkat kecepatan maksimum yang berbeda-beda, maka kecepatan maksimum dibatasi oleh sertifikasi kecepatan maksimum yang dimiliki ban dengan peringkat kecepatan paling rendah di mobil itu. Peringkat kecepatan tidaklah menunjukkan seberapa baik ban itu bekerja ataupun berbelok. Peringkat kecepatan hanya menjelaskan kemampuan ban itu bertahan dalam kecepatan tinggi.
Setiap Produsen ban tidak merekomendasikan penggunaan produk-produknya di luar batas-batas kecepatan legal. "DOT" berarti bahwa ban ini mematuhi semua standar keselamatan yang diterapkan oleh Departemen Transportasi Amerika Serikat. Di sebelah DOT terdapat identifikasi atau nomor seri, yaitu kombinasi angka dan huruf sebanyak 12 digit. "UTQG" adalah singkatan dari “Uniform Tire Quality Grading”, yaitu sistem peringkat kualitas yang dikembangkan oleh Departemen Transportasi (DOT) Amerika Serikat.

TEKANAN UDARA DALAM BAN
 Adalah penting sekali untuk memeriksa tekanan udara ban anda sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan dengan menggunakan alat pengukur yang akurat. Kelebihan atau kekurangan tekanan udara akan menyebabkan keausan ban yang abnormal dan sebelum waktunya, yang pada gilirannya akan menyebabkan panas yang berlebihan, pemborosan BBM atau bahkan bahaya yang diakibatkan kerusakan ban. Periksalah tekanan ban ketika masih dalam kondisi dingin dan sudah beberapa jam tidak dijalankan. Kalau anda jalan satu kilometer saja, tekanan udara dalam ban akan meningkat dan pengukuran tidak akurat lagi. Kalau tekanan udara terus berkurang, itu tandanya ada yang tidak beres pada ban ataupun velg. Bawalah mobil anda ke dealer Ban/Tukang Ban yang profesional bila anda mengalami situasi seperti ini.
MEMERIKSA TELAPAK BAN 
Ada cara sederhana untuk memeriksa apakah telapak ban masih cukup tebal. Setiap ban untuk kendaraan penumpang, pengangkut barang berukuran kecil atau mobil komersial berukuran menengah selalu memiliki palang indikator keausan yang tercetak di telapaknya. Palang-palang ini terletak di dasar guratan telapak di beberapa lokasi pada ban. Jika ban sudah mengalami keausan sampai pada titik di mana palang-palang ini rata dengan telapak
ban, maka itu berarti ban itu sudah harus diganti.  

KEAUSAN DI BAG PINGGIR TELAPAK BAN : TEKANAN UDARA TIDAK CUKUP 
Ban tampak seperti di foto ini, kemungkinan Karena tekanan udara ban tidak mencukupi. Musuh terbesar sebuah ban adalah tekanan udara yang tidak cukup. Kondisi ini mengurangi usia telapak ban melalui keausan yang berlebihan di sudut-sudut luar atau bahu ban. Selain itu, ban-ban menjadi ekstra panas, dan ini akan mengurangi daya tahannya. Selain itu, karena tahanan bergulir semakin besar, pemakaian BBM menjadi lebih boros. Ban yang kempis membuat mobil harus bekerja lebih keras. Periksa tekanan udara ban-ban anda. Keausan yang tidak merata juga disebabkan kondisi suspensi mobil yang tidak selaras atau masalah mekanis lainnya.
KEAUSAN DI BAGIAN TENGAH TELAPAK BAN : BAN TERLALU KERAS  Kalau tekanan udara  dalam ban terlalu tinggi, bagian tengah telapak ban menanggung hampir seluruh berat mobil dan muatannya dan menjadi aus lebih cepat daripada di bagian-bagian pinggir. Keausan yang tidak merata memperpendek usia ban. Periksalah ban-ban Anda secara teratur dan jaga agar tekanan udaranya pas. Keausan yang tidak merata juga dapat diakibatkan oleh ketidaklarasan atau masalah-masalah mekanis lainnya.     
GELEMBUNG-GELEMBUNG DI TELAPAK:BAN YANG SUDAH AUS
Gelembung (juga disebut cupping , dipping atau scalloping ) biasanya terjadi pada ban-ban depan, walaupun ban-ban belakang juga dapat mengalami gelembung. Penyebabnya adalah roda-roda yang tidak imbang atau suspensi maupun sistem stir yang sudah aus.

PINGGIRAN BAN ANDA AUS DENGAN POLA MIRIP MATA GERGAJI.  
KetidakSelarasan. Apakah pinggiran-pinggiran ini mirip mata gergaji? Hal ini disebabkan gesekan ban yang tidak pas dengan permukaan Jalan. Solusinya adalah Keselarasan & Keseimbangan (Spooring & Balancing). Kedalaman telapak ban penting bagi kinerja ban tersebut. Kalau Anda merasakan daya cengkeram berkurang di waktu hujan, mungkin ban-ban Anda tidak lagi mempunyai ketebalan telapak yang cukup di ban-ban Anda. Bila ketebalan telapak ban sudah tinggal 1/16 inci, maka ban tersebut sudah harus diganti. 
PENGIMBANGAN BAN/BALANCING
Ban yang tidak imbang akan menyebabkan getaran atau vibrasi, yang pada gilirannya akan membuat pengemudi cepat merasa lelah di samping keausan telapak ban yang terlalu dini. Akibat lainnya adalah kerusakan suspensi mobil Anda. Ban-ban Anda harus diimbangkan pada waktu pertama kali dipasang di velg atau sesudah dipasang kembali setelah diperbaiki. Pengimbangan ban harus segera diperiksa begitu Anda mulai merasakan getaran.
PELARASAN KENDARAAN/SPOORING
Sebuah kendaraan dikatakan laras (aligned) bila semua komponen suspensi dan stir berada dalam keadaan baik serta semua ban dan velg berada dalam keadaan benar-benar lurus. Bila Anda mendeteksi keausan telapak ban yang tidak merata, hal ini mungkin disebabkan ketidaklarasan dan harus segera ditangani oleh profesional.
PERBAIKAN BAN
Perbaikan ban harus dilakukan oleh profesional ban yang terlatih. Prosedur reparasi yang benar mencakup pencopotan ban dari velgnya untuk pemeriksaan yang menyeluruh, kemudian penggunaan penambal dan plug untuk menutupi lubang-lubang selama masih berada dalam batas-batas yang dapat diperbaiki.

Friday, May 17, 2013

Suzuki SA-310 "Swift"






Suzuki SA-310 diperkenalkan pada tahun 1984 untuk melengkapi garis mobil Suzuki untuk jenis mobil Mini/City Car. Suzuki SA-310 dikeluarkan untuk bersaing dengan Daihatsu Charade, Nissan Micra dan Opel Corsa. Pada tahun 1986 Terdapat beberapa perubahan kecil dan mobil kemudian diberi nama "Swift". General Motors membeli konsepnya dan dijual sebagai "Chevrolet Sprint" di Amerika Serikat. Suzuki SA-310 dijual dalam 2 versi GA dan versi GL, GL menjadi mobil mewah. Untuk kapasitas tempat duduk untuk Empat orang Jepang dapat dengan mudah muat tapi untuk Orang Eropa yang badannya lebih tinggi mobil hanya dianggap cocok untuk dua orang dewasa dan dua anak-anak.

Suzuki SA-310 memiliki tujuan baru membuat mesin yang seluruhnya terbuat dari paduan logam ringan dengan berat hanya 63 kg. Tujuannya adalah untuk efisiensi bahan bakar, bukan kecepatan. Kekuatan 50 BHP digunakan untuk torsi, bukan kecepatan, membuat mobil naik jalan berbukit dengan mudah dengan tanpa diduga. Konsumsi bahan bakar, atau kekurangan itu, adalah titik terkuat Suzuki SA-310 itu. Dengan konsumsi bahan bakar sekitar 1 liter per 23 kilometer. 

Pada semua kecepatan suara mobil sangat senyap dengan konsep mesin itu sendiri ditambah isolasi suara yang baik. Gear box pada saat pergantian gigi, ringan dan tepat seperti yang diharapkan dari sebuah mobil Jepang.     


Engine Technical Data                         

Engine type:                               Four stroke cycle, water cooled
Number of cylinders:             3
Bore, stroke:                              74.0 mm, 77.0 mm
Horsepower:                              50 bhp at 5800 rpm
Torque:                                        75 Nm at 3600 rpm
Compression ratio:                 8.8 : 1
Carburetor:                                AISAN two barrel down draft
Transmission:                           5 speed manual gear box
Weight of engine:                     63 kg
Engine lubricant:                     BP 10W40
  

SA310 Engine

Sizes and Brakes
Total weight (excluding audio system):                                                                          675 kg
Total weight (including audio system, fuel and all added electronic gadgets)
As measured 15 April 1999 at the CNC lorry weighing bridge:                                  760 kg
Maximum tolerable weight:                                                                                           1130 kg
Length, width, height:                                                                         359 cm, 155 cm, 135 cm
Chassis layout:                                                                           front engine, front wheel drive
Brakes, front
:                                                                          disc brake (floating caliper type)
Brakes, rear:                                                                          drum brake (leading and trailing)
Braking from 100 KM/h                                                                                              47 meters
Tyres and pressure:                   145SR12 (Michelin MX) at 220 kPa (2.2 km/cm2, 31 psi)   Suspension:                                                                                       front strut, rear leaf spring
Shock absorbers:                                                                                                                     Koni   

 
Acceleration

Acceleration from zero:                                                              0 - 60 km/h            5.7 sec.
                                                                                                      0 - 80 km/h            9.3 sec.
                                                                                                      0 - 100 km/h        14.9 sec
                                                                                                      0 - 120 km/h        24.0 sec.

Acceleration in 4th gear:                                                          60 - 80 km/h           7.5 sec.
                                                                                                   60 - 100 km/h         15.7 sec.
                                                                                                   60 - 120 km/h         26.6 sec.

Acceleration in 5th gear:                                                          60 - 80 km/h         10.3 sec.
                                                                                                   60 - 100 km/h         23.0 sec.
                                                                                                   60 - 120 km/h         40.2 sec.

Difference between speed on indicator and real speed:   
As measured by Dutch police and "Veilig Verkeer Nederland" in the "Project snelheidsbeheersing Flevolan d" on 21 March 1998                                                                                              
                                                                                                   50 km = 45 km                               
                                                                                                   80 km = 70 km
                                                                                                 100 km = 93 km  
Official top speed:                                                                                                       145 KM/h   
Personal best top speed (off hill, little weight, wind in the back, long road):     170 KM/h

Lain-lain

Sound pressure level at:  60 km/h   65 dB (A)
                                            80 km/h    67 dB (A)
                                          100 km/h    70 dB (A)
                                          120 km/h    73 dB (A)
                                          136 km/h    76 dB (A)